CARA KIRIM PAKET KE KOREA SELATAN

KIRIM PAKET KE LUAR NEGERI MURAH-KELANA EXPRESS
KIRIM PAKET KE LUAR NEGERI MURAH-KELANA EXPRESS

ongkos kirim pos ke korea selatan, kirim surat ke korea selatan, ongkir indonesia ke korea selatan, kirim paket ke korea murah, pengiriman barang dari indonesia ke korea selatan, kirim surat ke korea, kirim paket ke korea, ongkos kirim pos indonesia ke korea selatan, ongkir pos indonesia ke korea selatan, kirim barang ke korea

Website : https://kelanaexpress.com

WhatsApp : https://wa.me/6282140673309 & https://wa.me/628113058800

Ekspor di Indonesia saat ini semakin meningkat, banyak sekali komoditas yang mengekspor produk ke Korea. Begitupun juga banyak barang yang di impor dari Korea. Hal yang membuat ekspor meningkat baik Korea Selatan dan Indonesia dikarenakan adanya perjanjian dalam kegiatan ekspor impor untuk terus mengembangkan produk dan memperkenalkan produk Indonesia dan membuat ekonomi di Indonesia juga membaik.

Bagi anda pelaku UMKM yang baru dalam membuka bisnis dan ingin mendaftar sebagai eksportir anda bisa mempelajari beberapa hal tentang peryaratan ekspor. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan beberapa hal tentang ekspor.

Bagi anda yang akan melakukan ekspor, akan ada beberapa tahapan yang harus anda pelajari. Mulai dari prosesnya hingga pengirimannya.

Tahap ekspor barang ke luar negeri:

  1. Proses pembuatan sales kontrak

Sales contract merupakan dokumen kontrak jual beli antara penjual dan pembeli yang merupakan tindak lanjut dari purchase order/order pembelian yang diminta importir/pembeli.

Proses sales contract:

  • Melakukan promosi untuk membuat pelanggan tertarik dengan produk yang kita tawarkan. Anda dapat melakukan promosi di sosial media, di marketplace, di pameran dagang, dan tempat” lain.
  • Surat Permintaan Penawaran/Inquiry. Calon pembeli memberikan surat permintaan penawaran kepasa eksportir yang berisi deskripsi barang, mutu, harga, dan waktu pengiriman.
  • Surat Penawaran/ Offer Sheet. Permintaan importir akan ditanggapi melalui surat penawaran yang dikirim eksportir. Dokumen ini berisi keterangan sesuai permintaan importir seperti menjelaskan deskripsi barang, mutu, harga dan waktu pengiriman.
  • Aurat Pemesanan/Order Sheet. Setelah mendapat penawaran, jika penawaran tersebut disetujui maka importir akan mengirim surat pesanan dalam bentuk order sheet kepada eksportir.
  • Sales contract. Eksportir menyiapkan surat kontrak jual beli yang berisi ketentuan penjualan barang seperti deskripsi barang, jumlah barang, mutu, harga, ketentuan pengiriman, sesuai dengan data dari order sheet yang ditambah dengan keterangan force majeur dan inspection clause.
  • Sales Confirmation. Sales contract yang dikirim oleh eksportir kemudian akan dipelajari oleh importir. Jika surat itu disetujio maka akan ditandatangani oleh importir dan dikembalikan pada eksportir sebagai sales confirmation.
  1. Proses Pembukaan L/C

Letter of Credit adalah jaminan dari bank penerbit kepada eksportir sesuai dengan instruksi dari importer untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu dengan jangka waktu tertentu atas dasar penyerahan dokumen yang diminta importir.

Ada tahapan proses pembukaan L/C, yaitu:

  • Permintaan Pembukaan L/C. Importir akan meminta Opening Bank untuk membuka L/C sebagai jaminan dan dana yang akan digunakan untuk melakukan pembayaran kepada eksportir sesuai dengan kesepakatan pada sales contract. L/C dibuka atas nama eksportir.
  • Pembukaan L/C oleh Bank Devisa. Proses ini dilakukan melalui media elektronik, sedangkan penegasan dalam bentuk tertulisnya akan dituangkan adalam L/C confirmation yang diteruskan dari opening bank kepada advising bank untuk disampaikan kepada eksportir.
  • Pemberitahuan Pembukaan L/C. Advising bank akan memeriksa kesahan pembukaan L/C dari opening bank. Jika sudah sesuai maka akan dikirim surat pengantar kepada eksportir yang berhak menerikam.
  1. Proses Pengapalan barang.

Pada umumnya proses pengapalan barang muatan dilakukan dengan cara:

  • Pembukuan muatan. Untuk urusan pembukuan biasanya diurus oleh bagian operasi muatan keluar dari perusahaan pelayaran. Ada bberapa data muatan yang nanti akan diberitahukan oleh shipper, yaitu jenis dan jumlah muatan, pelabuhan tujuan yang diinginkan lengkap dengan pelabuhan alternatif (option), Tanggal pengapalan barang yang diharapkan, dan keterangan lain yang diperlukan oleh perusahaan pelayaran seperti berat dan volume muatan.
EKSPEDISI KOREA SELATAN
EKSPEDISI KOREA SELATAN

Pihak pelayaran akan memberikan informasi mengenai pembukuan muatan dengan cara memberitahukan nama kapal, tanggal terakhir menerima muatan, memastikan tanggal perkiraan pemberangkatan, menyerahkan blanko formulir resi mualin atau resi gudang untuk diisi oleh shipper, dan menyerahkan blanko formulir bill of lading untuk diisi oleh shipper.

  • Penyerahan muatan dari shipper kepada perusahan pelayaran (Shipping company). Pada umumnya, urusan transportasi barang-barnag sibagi menjadi 2, yaitu Barang-barang niaga umum (general cargo) dan barang berbahaya dan pecah belah (dangerous anda dusty cargo, fragile).

Barang yang termasuk kelompok general cargo, seperti tekstil, terigu, karet, teh dan hasil industri lainnya harus diserahkan melalui gudang. Sedngkan barang yang termasuk dangerous and dusty cargo & fragile diserahkan langsung di dermaga samping kapal.

  • Penyerahan muatan melalui gudang. Berikut ini proses pengapalannya:
  • Shipper yang sudah memperoleh konfirmasi mengenai penyedia ruangan di kapal akn memberitahu bagian operasi perusahaan pelayaran mengenai tanggal penyerahan barang yang akan diangkut
  • Bagian operasi dari perusahaan pelayaran akan memberikan satu set blanko formulir resi gudang dan datu set blanko formulir bill of lading kepada shipper.
  • Shipper mengisi formulir tersebut dengan lengkap, lalu dikembalikan ke bagian operasi muatan keluar untuk memperoleh konfirmasi waktu dan tempat penimbunan barang di gudang.
  • Bagian operasi berwenang memberikan konfirmasi lalu shipper membawa barang ke gudang yang ditunjuk sebelum berakhir tanggal penyerahan.
  • Barang yang diterima oleh petugas gudang akan ditumpuk dan di susun dalam gudang sampai tiba waktuya pengepalan.
  • Shipper membawa resi gudang yang telah ditandatangani kepala gudang lalu dikembalikan ke bagian opersi perusahan pelayarab untuk ditukar dengan recived for shipment bill off lading.
  • Ketika barang sudah dimuat dalam kapal maka resi akan dikembalikan kepada shipper untuk ditukar dengan original shipped on board bill of lading.
  • Penyerahan barang disamping kapal. Untuk penyerahan barang disamping kapal akan ada beberapa formulir yang harus di isi dan akan ditanda tangani oleh beberapa pihak, lalu setelah formulir tersebut diisi akan diserahkan kepada pihak bagian operasi perusahaan pelayaran untuk ditukarkan dengan original shipped in board bill of lading. Bill of lading akan ditandatangani oleh perusahaan pelayaran yang dibuat berdasarkan resi mualim dan diberikan catatan-catatan.

Itulah tahapan proses ekspor ke luar negeri, prosesnya memang panjang, namun hal itu juga tergantung barang apa yang akan kita kirim, karena prosesnya akan berbeda-beda. Melalui beberapa tahapan ini semoga anda bisa mempelajari tahapan ekspor. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
Open chat
Hallo selamat datang di KelanaExpress.com, ada yang bisa saya bantu?